Home » , » Para Seniman "Ngalokat Hahalang" Babakan Siliwangi

Para Seniman "Ngalokat Hahalang" Babakan Siliwangi

Written By Unknown on Kamis, 14 Maret 2013 | 15.14

(SEPUTAR JABAR ONLINE, BANDUNG) - Dalam rangka mempertahankan babakan siliwangi sebagai hutan kota di kota bandung, para seniman dan budayawan kota bandung menggelar acara “Ngalokat Hahalang Babakan Siliwangi”, Rabu (13/03/13) siang.

Acara bermaksud membuang “Geugeuleuh, keukeumeuh, ngabersihan nu bereum”, lewat  kolaborasi ritual Ngalokat Rupa, Musik, Tari yang digarap bersama-sama dalang Opik Sunandar, Alpiyanto, Dodi Satia Eka, Arab Yudi, Abah Nanu, Tisna Sanjaya, Isa Perkasa, dan para seniman lainnya.

Ritual ditandai mandi kembang (nipas/siram moyang), yaitu seseorang yang dimandikan oleh dukun dengan bunga tujuh macam. Bunga tujuh macam merupakan lambang dari tujuh sifat ma’ani dari pada Allah : Hidup, Kekuatan, Penglihatan, Pendengaran, Perkataan, Perasaan, dan kemauan. Tujuan dari mandi tersebut, agar budi pekerti manusia menjadi harum, menyenangkan bagi orang lain. Ritual   mandi tersebut diharapkan dapat menolak segala macam mara bahaya.

Penyelenggara sengaja menggelar acara pada tanggal 13. Banyak orang mengangap 13 sebagai angka sial, tapi menurut Abah Nanu merupakan tanggal yang bagus untuk melakukan acara ruwatan. Dalam acara ini pun terdapat beberapa simbol burung, kupu-kupu, segitiga simbol dari gunung dan hutan yang melambangkan kehidupan.

Acara ini bermaksud mengajak pemerintah agar menjaga dan mempertahankan kelestarian alam yang ada di kota Bandung. Juga untuk mengingatkan kepada pemerintahan agar mengutamakan kepentingan masyarakat, bukan mementingkan ekonomi saja. (Sayah Andi)
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

INFO GEDUNG SATE

LIPUTAN KHUSUS

 
Media Group : Jabar Zone | Inohong | Warta Indonesia Raya
Copyright © 2010-2013. Seputar Jabar Online - All Rights Reserved
Creating Website
Bandung Media Citra